Arsip

Posts Tagged ‘tutorial’

Array di dalam PHP

Berikutnya saya akan memberikan “Array dalam php”. Tutorial ini adalah tutorial lanjutan dari atikel sebelumnya yang berjudul “Latihan Php Bagian 2“.
Untuk melihat semua tutorial php, bisa mampir ke halaman “Materi-Materi Tutorial PHP“.

Array secara umum adalah sebuah variabel yang dapat menampung beberapa nilai yang memiliki tipe data yang sama. Dan yang menjadi acuan di dalam pengaksesan value array di dalam php adalah index, index pada umumnya memiliki nilai angka.
Tetapi di dalam php, kedua hal tersebut tidak berlaku. Array di dalam php dapat menampung lebih dari tipe data dan index di dalam php dapat berupa angka, huruf, atau campuran.

	<?php
		//cara pendeklarasian secara umum
		$nama_var = array();
		$nama_var[1] = "nilai 1";
		$nama_var[2] = "nilai 2";
		$nama_var[4] = "misal index 3 tidak memiliki value";
		//kalo ini index bisa kita atur

		//atau bisa secara langsung nilai nya
		$nama_var = array("nilai 1", "nilai 2", "nilai 3");
		//kalau ini index nya default 1,2,3,dst

		//atau
		$nama_var = array(
			"index 1" => "nilai 1",
			"index 2" => "nilai 2",
			"index 4" => "nilai 4"
			);
		//kalo ini index juga bisa atur

		//contoh kalo index ita atur campuran antara string dan angka
		$var = array("asd","3");
		$var[0]="ini adalah index angka";
		$var["1"]="ini adalah index string yang memiliki value angka";
		$var["dua"]="ini adalah index angka";
		$var[3]=3;	//ini adalah contoh dimana value nya bisa angka, padahal nilai sebelumnya adalah string.
		print_r($var);	//print_r(adalah untuk cetak sebuah array dan object secara herarchial)
		/*	ini cara comment beberapa line langsung

			back to array, ini cetakan nya secara rapi
			Array ( 
				[0] => ini adalah index angka 
				[1] => ini adalah index string yang memiliki value angka 
				[dua] => ini adalah index angka 
				[3] => 3 
			) 
		*/
	?>
	<em>coba untuk bentuk deklarasi yang memiliki variabel $nama_var di atas, dicetak menggunakan print_r</em>

nah, kalo di atas sudah belajar contoh cara deklarasi array di dalam php, sekarang kita lihat kegunaan array di dalam pemrogramman.
Contoh, ketika kita mengakses database(besok), kemudian kita mengambil list peserta misalnya, kemudian kita hasil kembalian dari database dikembalikan ke kita dalam betuk variabel yang banyak, gimana kita mengakses nya di dalam pemrograman? Nah, dengan array kita bisa mendapatkan list tersebut di dalam array, sehingga kita hanya perlu pengetahui index nya untuk bisa mengakses value/nilai nya.

Nah, kurang lebih itu materi yang saya bagian untuk array di dalam php. Untuk lebih memahami nya, silahkan pelajari materi-materi yang saya buat di kumpulan tutorial php.

regard,
sebastian88

Iklan

Flow Control – Branching

Juni 26, 2011 1 komentar

Berikutnya saya akan membahas “Flow Control – Branching”. Tutorial ini adalah tutorial lanjutan dari atikel sebelumnya yang berjudul “Flow Control – Sequent/Berurutan“.
Untuk melihat semua tutorial php, bisa mampir ke halaman “Materi-Materi Tutorial PHP“.

Branching/Percabangan
Okay, sekarang kita akan bahas mengenai Percabangan/Branching. Percabangan di php ada 2, yaitu “IF” dan “SWITCH”.

  • IF

    Syntax Umum Percabangan “IF”

    				if(exp1)
    				{
    					//statement 1
    				}
    				elseif(exp2)
    				{
    					//statement 2
    				}
    				else
    				{
    					//statement 3
    				}
    			[/sourceode]
    			<em>Syntax Lain "IF"</em>
    			
    				(exp1) ? -statement jika exp1 true- : -statement jika exp1 false- ;
    			

    Kurang lebih secara simple seperti itu. Oh ya, untuk contoh, sekalian kita belajar untuk operator logika. Mari kita lihat saja Contoh di bawah ini:

    			<?php
    				$a = "5";
    				$b = 5;
    				if($a == $b) echo "deklarasi beda, tapi dianggap sama <br/>";	//ini sekalian menunjukkan kalo ketika deklarasi menggunakan petik, dan tidak, di php di anggap sama.
    
    				$coba1 = "lima";
    				$coba2 = "sepuluh";
    				$coba3 = ($coba1 == $coba2);
    				if($coba3) echo "\$coba3 bernilai TRUE <br/>";
    				else echo "\$coba3 bernilai FALSE <br/>";
    				//yang tercetak adalah statement ELSE, karena $coba1 memang tidak sama dengan $coba2, dan nilai tersebut ditampung di dalam variabel $coba3
    
    				//coba kalo bertingkat
    				$var1 = TRUE;
    				$var2 = FALSE;
    				if($var1)
    				{
    					if(!$var2)
    					{
    						echo "Masuk ke A <br/>";
    					}
    					else
    					{
    						echo "Masuk ke B <br/>";
    					}
    				}
    				else
    				{
    					echo "Masuk ke C <br/>";
    				}
    				//yang tercetak adalah A, karena pengecekan pertama bernilai TRUE, kemudia masuk ke pengecekan !$var2 dimana dapat diartikan sebagai NOT $var2 = NOT FALSE = TRUE
    
    				(TRUE) ? $a="TRUE" : $a="FALSE" ;	//$a akan terisi dengan "TRUE", karena if TRUE.
    				echo $a."<br/>";
    
    				(FALSE) ? $a="TRUE" : $a="FALSE" ;	//$a akan terisi dengan "FALSE", karena if FALSE -> jelas masuk ke statement else.
    				echo $a."<br/>";
    
    				//kalo $a yang berisi string di masukkan ke IF gimana?
    				if($a) echo "tetap di anggap true <br/>";
    				else echo "di anggap false <br/>";
    				//yang di anggap tetap TRUE, berati tetap di anggap sebagai operator boolean
    
    				//kalo kita mau mencetak sesuatu setelah statement if, kita bisa pakai cara:
    				echo (TRUE) ? "cetak TRUE" : "cetak FALSE";	//cara ini lebih simple ketika percabangan hanya berisi degnan sebuah echo saja.
    			?>
    		
  • SWITCH

    Syntax Umum Percabangan “SWITCH”

    				switch($var)
    				{
    					case <nilai1> : (statement1);break;
    					case <nilai2> : (statement2);break;
    					case <nilai3> : (statement3);break;
    					....
    					default (statement default);
    				}
    			[/sourceode]
    			Syntax di atas sama dengan syntax penulisan if seperti di bawah ini:
    			
    				if($var == <nilai1>) (statement1)
    				elseif($var == <nilai2>) (statement2)
    				elseif($var == <nilai3>) (statement3)
    				....
    				else
    			

    Langsung saja kita masuk ke contoh penggunaan:

    			<?php
    				$pengecekan = "d";	//nanti di rubah-rubah value nya variabel ini yah untuk membuktikan percabangan-percabangan nya
    				switch($pengecekan)
    				{
    					case "a" : $a=10;echo $a."<br/>";
    					case "b" : $a=20;echo $a."<br/>";break;
    					case "c" : {
    						switch("none")
    						{
    							default : echo "switch bisa cuma default aja. <br/>";
    						}
    					} break;
    					case "d" : {
    						switch("case")
    						{
    							case "case" : echo "switch bisa cuma case aja. <br/>";
    						}
    					} break;
    					case "e": {
    						echo "di dalam sebuah case ";
    						if(TRUE) echo "bisa memiliki statement percabangan lain,";
    						echo "bahkan statement yang lebih kompleks sekalipun."
    					}
    					default : echo "ini masuk ke bagian default";
    				}
    
    			?>
    		

    cara belajar source code nya, adalah rubah value dari variabel $pengecekan sesuai dengan di bawah ini:

    1. ubah jadi “a”. Apa yang terjadi? Case nya masuk ke case yang mana? pasti case “a” dan “b”! yap, karena di bagian akhir case “a” tidak terdapat “break;” di akhir statement nya. jadi “break;” disini digunakan untuk menyetop case supaya tidak tercetak case yang di bawah nya.
    2. ubah jadi “c”. Apa yang terjadi? yup, switch bisa saja tidak memiliki case, hanya default aja.
    3. ubah jadi “d”. Apa yang terjadi? yup, switch bisa saja hanya memiliki case, tanpa perlu ada default.
    4. ubah jadi “e”. Yup, seperti tampilan nya, di dalam sebuah statement case, kita bisa memiliki statement-statement yang lebih kompleks sekalipun.

Percabangan itu simple, yang penting anda bisa membayangkan secara berurutan saja. Hal yang penting di dalam percabagan adalah kita harus menguasai operator logika, mungkin operator logika akan saya coba tambahkan di lain kesempatan karena kita hanya berfokus ke fungsi-fungsi, syntax-syntax php saya untuk kelompok tutorial ini.

regard,
sebastian88

Flow Control – Sequent

Juni 26, 2011 1 komentar

Berikutnya saya akan membahas “Flow Control – Sequent”. Tutorial ini adalah tutorial lanjutan dari atikel sebelumnya yang berjudul “Latihan php Bagian 1“.
Untuk melihat semua tutorial php, bisa mampir ke halaman “Materi-Materi Tutorial PHP“.

Dalam setiap bahasa pemrogramman, kita akan menemui 3 logika dasar, yaitu berurut(sequent), percabangan(branching), dan perulangan(looping). Dalam 3 artikel tutorial ke depan, akan dijelaskan ketiga hal tersebut.

Berurut Sequent
logika ini adalah logika paling sederhana, dimana setiap baris program akan dijalankan secara berurutan dari atas sampai ke bawah sampai baris yang terakhir. Sebenarnya ini sudah dicontohkan pada beberapa artikel sebelumnya, terutama pada artikel “Operator di dalam php“. Okay, akan saya berikan 1 contoh sederhana saja

	<?php
		$var1 = 10;
		echo "\$var1 = ".$var1."<br/>";	//oh ya, untuk mencetak dollar "$" kita harus menggunakan backslash "\"
		$var2 = 5;
		$var3 = 12;
		$var1 = $var2+$var1;
		echo "\$var1 = ".$var1."<br/>";
		echo "\$var2 = ".$var2."<br/>";
		echo "\$var3 = ".$var3."<br/>";
	?>

Nah, urutan program di atas adalah:

  1. Line 2 adl melakukan pengesetan pada variabel $var1 dengan nilai 10
  2. Line 3 adl menampilkan isi variabel $var1 yang diset nilainya pada line 2
  3. line 4 adl pengesetan variabel $var2 dengan 5
  4. line 5 adl pengesetan variabel $var3 dengan 12
  5. line 6 adl mengisi/menimpa nilai $var1 dengan penjumlahan $var2 + $var 3
  6. line 7 adl mencetak nilai $var1
  7. line 8 adl mencetak nilai $var2
  8. line 9 adl mencetak nilai $var3

Untuk materi “Flow Control – Sequent” kurang lebih ini yang dapat saya ajarkan, karena memang tidak terlalu banyak materi kali ini, hanya seputar konsep saja.
regard,
sebastian88