Arsip

Archive for the ‘ReksaDana’ Category

Diversifikasi menggunakan Reksadana

Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai diversifikasi menggunakan reksadana. Bila ada yang belum memahami diversifikasi atau reksadana, bisa mampir ke artikel saya yang lain, pada kategori investasi.

Diversifikasi, seperti yang sudah saya jelaskan pada artikel saya yang berjudul “”. Diversifikasi perlu dilakukan demi keamanan finansial, dimana diversifikasi bertujuan untuk membagi resiko ke beberapa instrumen investasi.
Nah, sebenarnya ketika kita membeli reksadana, kita sudah melakukan diversifikasi. Mengapa? Karena setiap dana kelolaan reksadana pasti dimasukkan ke beberapa instrumen investasi. Hanya saja beberapa jenis Reksadana seperti reksadana saham biasanya berfokus ke saham, dan diversifikasi yang dilakukan hanya membagi dana kelolaan ke beberapa saham. Kurang lebih hal ini sama dengan Reksadana Pasar uang, diversifikasi yang dilakukan hanya berkisar pada instrumen pasar uang dan obligasi. Nah, diversifikasi di dalam reksadana yang paling terlihat adalah reksadana campuran. Beberapa reksadana campuran membagi dana kelolaan ke intrumen pasar uang dan saham. ontoh nya panin dana unggulan, 2% – 75% ke saham, 20-75% ke intrumen fixed income seperti hutang.

Dengan pembagian dana kelolaan tersebut, secara otomatis kita sudah melakukan diversifikasi, walau tidak terlalu terlihat. Masih bingung? mari lihat contoh di bawah ini.
misal:
sebuah reksadana A membagi dana kelolaan sebesar 70% ke instrumen saham, dan 30% ke instrumen fixed income.
ketika kita membeli reksadana A sebesar 100.000, maka 70.000 uang kita akan di gunakan untuk instrumen saham, dan 30.000 untuk instrumen fixed income.

Oh ya, tetapi sebaiknya anda tetap melakukan diversifikasi ke beberapa reksadana lain, jangan hanya bergantung kepada 1 reksadana atau bahkan ke 1 Manajer Investasi saja. hal ini untuk berjaga-jaga bila reksadana tersebut mengalami “kebangkrutan” (reksadana bodong).

Disclaimer ON!

regard,
sebastian88

Iklan

Mengapa Perlu Berinvestasi?

Juni 22, 2011 1 komentar

Pernah mendengar pepatan “Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit”? apakah pepatah itu benar?menurut saya jawaban nya tidak sepenuhnya benar. Karena ketika kita menabung sedikit-sedikit, lama-lama uang kita akan tetap sedikit. Kenapa bisa begitu? Karena inflasi.
Artikel yang saya dapat dari klikbca, membuat saya semakin yakin bahwa kita harus melakukan investasi. Nyatanya BCA saja menyarankan melakukan investasi untuk mengatasi inflasi.
Berikut ini perhitungan kecil yang dilakukan oleh BCA.
Misal kita memiliki uang 1000 rupiah, kemudian kita simpan di celengan rumah (tanpa bunga). Maka daya beli uang tersebut semakin berkurang seiring berjalan nya waktu. Coba lihat tabel di bawah ini.

tahun inflasi 5% inflasi 6% inflasi 7% inflasi 8%
1 952 943 935 926
2 907 890 873 857
3 864 840 816 794
5 784 747 713 681
10 614 558 508 463

wow, setelah berjalan 10 tahun, uang 1000 kita menjadi setengah nya bila inflasi 7-8% pertahun!

Coba kalau kita investasikan ke deposito? anggap pajak 5%.

tahun/inflasi tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 5 tahun 10
0% 1,050.00 1,102.50 1,157.63 1,276.28 1,628.89
3% 1,019.42 1,039.21 1,059.39 1,100.93 1,212.05
5% 1,000.00 1,000.00 1,000.00 1,000.00 1,000.00
6% 990.57 981.22 971.96 953.71 909.57
7% 981.31 962.97 944.97 909.97 828.05
8% 972.22 945.22 918.96 868.62 754.49

Humm…lumayan lah…kalau inflasi 5% masih sanggup tahan tuh…

Kalau kita investasikan ke produk reksadana? anggap return nya 10%. *return Reksadana bisa lebih dari 10%

s

tahun/inflasi tahun 1 tahun 2 tahun 3 tahun 5 tahun 10
0% 1,100.00 1,210.00 1,331.00 1,610.51 2,593.74
5% 1,047.62 1,097.51 1,149.77 1,261.88 1,592.33
6% 1,037.74 1,076.90 1,117.53 1,203.47 1,448.33
7% 1,028.04 1,056.86 1,086.49 1,148.27 1,318.53
8% 1,018.52 1,037.38 1,056.59 1,096.09 1,201.40

Nah, kalo ngelihat tabel di atas, berati Reksadana adalah pilihan yang paling tepat, Bukan nya termakan inflasi, tetapi memberikan bunga. okay, anggap saj tidak memberikan bunga, berati kinerja nya tetap lebih baik daripada yang lain kan?
Sebenarnya investasi tidak hanya pada Reksadana saja, ada investasi ke logam mulia, ada yang ke obligasi, saham, dll. semua kembali ke diri kita masing-masing, jenis investor seperti apa kita, berani ambil resiko atau tidak. ingat, investasi tidak hanya untung, tetapi jgua bisa rugi.

saya hanya niubie yang mencoba berbagi.
artikel saya yang lain mengenai investasi reksadana : “Mengenal Reksadana“,”Cara Investasi Reksadana“,”Reksadana adalah investasi jangka panjang“,”Mencicil Investasi Menggunakan Reksadana“,”Istilah dalam Reksadana“,”Hal yang perlu diketahui sebelum investasi ReksaDana“.
Disclaimer ON!
info lengkap

regard,
sebastian88

Reksadana Adalah Investasi Jangka Panjang

Juni 21, 2011 2 komentar

Saya akan coba jelaskan mengapa Reksadana tergolong kedalam investasi jangka panjang.
Pada dasarnya terdapat 2 alasan mengapa reksadana merupakan investasi jangka panjang, karena pergerakan nya lambat dan fee untuk investasi cenderung tinggi. Mari coba bahas satu-persatu:

  • Pergerakan nya Lambat – Reksadana berbeda dengan saham ataupun forex. Saham ataupun forex bergerak secara cepat, menit hingga detik, Sedangkan reksadana bergerak secara harian. Sehingga agak kurang cocok untuk di-investasikan secara short-term. selain itu pada saat melakukan investasi di dalam reksadana, kita membutuhkan waktu ketika kita hendak mencairkan dana kita, biasanya H+3 hingga H+7. Sedangkan pada saat kita melakukan subscribe atau top up, kita baru bisa tahu harga yang ktia dapatkan keesokan harinya. Nah, karena hal-hal tersebutlah maka reksdana sebaiknya di investasikan secara jangka panjang.
  • Fee cenderung tinggi – Reksadana memiliki 2 jenis fee, yaitu subscribe fee dan redeem fee. Subscribe Fee adalah biaya yang dikenakan kepada nasabah pada saat nasabah melakukan pembelian reksadana. Besarnya subscribe fee berbeda-beda, tergantung pada reksadana dan dimana kita membeli reksadana. Sedangkan Redeem Fee adalah biaya yang dikenakan pada saat nasabah melakukan aksi jual reksadana. Ada beberapa reksdana yang tidak membebani nasabah dengan biaya redeem, tetapi ada yang membebani dengan biaya redeem. Dan terkadang ada biaya redeem yang dihapuskan ketika kita melakukan investasi dalam jangka waktu tertentu. Nah, dengan adanya kedua biaya tersebut, ketika kita memasukkan dan menarik dana kita, biaya tersebut akan terus memotong dana kita.

Nah, karena kedua hal tersebut maka sebaiknya reksadana di-investasikan dalam jangka waktu yang panjang. Mungkin anda perlu membaca artikel saya yang berjudul “Mencicil Investasi Menggunakan Reksadana” agar anda dapat memanfaatkan investasi reksadana dengan baik.

regard,
sebastian88

Mencicil Investasi Menggunakan Reksadana

Juni 20, 2011 3 komentar

Seperti yang anda ketahui, reksadana adalah salah satu instrumen investasi. nah, disini saya akan coba bahas mengenai mencicil Investasi reksadana.
Reksadana bisa dibeli dengan minimum investasi sebesar 100ribu. *bila ingin tau lebih jelas mengenai batas minimal investasi Reksadana, bisa mampir ke sini*. Nah, sebagai seorang mahasiswa, saya sempat berpikir untuk membeli reksadana, tetapi saya bingung apakah dengan dana kecil, saya bisa melakukan investasi? kemudian saya sempat berdiskusi dengan beberapa teman di forum, dan di saran kan untuk melakukan DCA (gampang nya mencicil, akan saya jelaskan di posting berikutnya).
Kemudian saya mencoba sebuah simulasi kecil untuk menghitung investasi saya.
misal berikut ini adalah pergerakan pasar secara singkat, pada bulan ke:

  1. harga menjadi Rp 90.
  2. harga menjadi Rp 95.
  3. harga menjadi Rp 80.
  4. harga menjadi Rp 90.
  5. harga menjadi Rp 110.
  6. harga menjadi Rp 115.

Nah, misalkan saya ‘mengisi’ tabungan saya sebsar 100ribu per bulan selama 6 bulan.

bulan ke harga per unit juml unit bln ini total juml unit
1 90 1111.111111 1111.111111
2 95 1052.631579 2163.74269
3 80 1250 3413.74269
4 90 1111.111111 4524.853801
5 110 909.0909091 5433.94471
6 115 869.5652174 6303.509928

Nah, berati jumlah unit yang kita dapat adalah 6303.509928, dan jumlah uang yang kita keluarkan adalah 600ribu.
berati rata-rata arga yang kita dapatkan untuk per-unit = 600000/6303.509928 = Rp 95.18506465.
yap, tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.
Dari simulasi kecil dia tas, saya mendapatkan beberapa kesimpulan:

  • Ketika harga turun, kita bisa mendapatkan reksadana dengan harga yang rendah. anggap saja discount. *ingat reksadana digunakan secara long term, dan ketika kita memilih reksdana dengan tepat, harga pasti akan naik dalam jangka waktu panjang
  • ketika harga naik, juga tidak masalah, karena kita sudah memiliki beberapa unit yang murah, sehingga saat harga naik/tetap kita tetap bisa dapat untung.

Nah, itu pandangan saya, bila anda memiliki pandangan yang lain, mari berbagi dan berdiskusi…hehe
Disclaimer ON!

regard,
sebastian88

Cara Investasi Reksadana

Juni 19, 2011 6 komentar

Ada teman bertanya pada saya, gimana cara beli ReksaDana sih? Berapa minimal dana yang kita butuhkan untuk Investasi ReksaDana? Aku cuma punya uang 100rebu an, bisa gak investasi reksadana? aku masih mahasiswa belum punya NPWP, gimana?
Jawaban nya sih bisa-bisa aja dengan modal kecil ataupun belum punya NPWP…:D
Nah, di artikel ini akan saya coba jelaskan beberapa cara membeli reksadana yang saya ketahui dan juga berapa modal yang dibutuhkan untuk membeli reksadana.

Pertama, modal untuk membeli reksadana. Bener nya modal membeli reksadana ada bermacam-macam, tergantung dari dimana kita beli dan tergantung dari minimal beli nya yang dipatok oleh Manajer Investasi.

  • Bank Mandiri – kalo kita beli di bank mandiri, umumnya minimal beli nya adalah 500ribu an – 1juta an. Dan kita diwajibkan untuk buka rekening di Bank Mandiri.
  • Bank UOB.Buana – Kalo di bank UOB Buana, minimal beli 5 juta. Sama seperti di bank Mandiri, kita juga diwajibkan untuk membuka rekening. tetapi kalau di sini, kita di bantu oleh orang dari UOB Buana, jadi kita di kasih tau ketika IHSG turun, IHSG naik, dll jadi kita tidak repot untuk memantau Reksadana Kita kalo kita mau main trading.
  • Bank Commonwealth – Nah, ini yang paling ‘mahasiswa’ banget, minimal beli sekitar 100an. Dan kita diwajibkan buka rekening, biaya rekening nya sekitar 6000/bulan. Kita juga bisa beli online, dan ketika beli online kita bisa dapet potongan fee 50%. ini yang paling di sarankan buat para mahasiswa yang masih terbatas dana nya.
  • Langsung ke Manajer Investasi – Contohnya Panin, dia tidak menjual ReksaDana melalui Bank, tetapi secara langsung. Jadi kalau kita mau beli Reksadana Panin, kita harus request form, kemudian transfer ke Rekening Investasi nya. Ini kita tidak perlu membuka rekening di bank mana pun, jadi tidak ada biaya tambahan. Minimal beli nya sekitar 1juta an – 10juta.

Kalo kita masih mahasiswa dan belum punya NPWP, kita bisa beli ReksaDana gak? Jawaban nya Bisa. Kita tinggal mengisi form yang menyatakan bahwa kita belum punya NPWP. Tapi usia kita harus sudah lebih dari 18 tahun, karna kita butuh KTP sebagai identitas.

Secara umum, cara membeli Reksdana:

  • Mengisi form-form pendahuluan sebelum beli reksadana.
  • Mengisi form pernyataan tidak memiliki NPWP.*kalo belum punya*
  • Kemudian tinggal beli deh. kalo bingung bisa tanya ke si CS nya yang ngelayanin. hehe

saia sih lebih suka ke Commonwealth bank, karena cenderung lebih murah dana yang dibutuhkan, sekitar 100ribu an, jadi bisa seperti ‘mencicil’, gak harus sekali isi tapi besar. hehe dan lagi online banking nya sangat membantu, jadi dimana aja bisa ngisi kalo pas ada duit dan IHSG turun..hehe..

kurang lebih ini yang bisa saya bagian. saya tidak membagikan informasi mengenai bank lain karena memang saya kurang tahu soal bank lain (daripada salah informasi), mungkin lain kali di lain artikel akan saya tambah kan. hehe
artikel saya yang lain mengenai investasi reksadana : “Mengenal Reksadana“,”Reksadana adalah investasi jangka panjang“,”Mencicil Investasi Menggunakan Reksadana“,”Istilah dalam Reksadana“,”Hal yang perlu diketahui sebelum investasi ReksaDana“,”Mengapa Perlu Berinvestasi?“.

regard,
sebastian88

Manfaatkan Bloomberg untuk Pantau Investasi

Juni 18, 2011 4 komentar

Pernah merasa kesulitan buat mantau perkembangan investasi anda? atau mungkin lupa saham atau reksadana apa aja yang harus dipantau? dan akhirnya harus buka-buka berkas buat ngecek semua investasi yang di pantau?
Kalau anda banyak menjawab ya, maka sebaiknya anda baca dan ikuti tips di bawah ini, karena artikel ini bertujuan untuk memudahkan kita dalam memantau semua investasi yang ingin kita pantau. Solusinya Mari kita manfaatkan portfolio tracker milik bloomberg!
Apa aja sih fasilitas dari portfolio bloomberg?

  • gratis – yap, ini penting banget, buat menghemat biaya. selama ada yang gratis dengan fasilitas yang cukup, eknapa harus bayar?hehehe
  • update cepet – Hampir semuaya bersifat realtime. untuk Reksadana update NAV untuk hari itu biasanya malem hari jam 9-an lah(GMT+7).
  • mudah buat tambah watchlist – untuk tambah invetasi yang perlu pantau, kita hanya perlu masuk ke halaman investasi tersebut, kemudian kita tinggal klik “add to watchlist””.DONE!
  • bisa buat portfolio sendiri – kita bisa buat beberapa portfolio dan untuk masing-masing portfolio, kita bisa memantau beberapa saham/Reksadana. misal, kita punya beberapa tujuan investasi cth: beli rumah, nabung, dll. nah, kita bisa bikin portfolio sesuai dengan masing-masing tujuan. Nah, kelebihannya, kita bisa punya saham/reksadana yang sama untuk beberapa portfolio yang berbeda, jadi dana kita tudak tercampur.
  • ada pie chart diversifikasi – ada piechart diversifikasi untuk masing-masing portfolio, jadi kita bisa lebih mudah melihat investasi mana yang perlu di tambah.
  • realize gain loss – kita bisa ‘jual’ saham/reksadana kita, jadi di situ kita bisa hitung hasil yang kita dapat.
  • ada chart summary invetasi kita – kita bisa ngelihat investasi kita itu sedang bergerak naik atau sedang bergerak turun.

Nah, sekarang gimana sih cara pakainya?

  1. klik sini untuk register.
  2. klik sini untuk login.
  3. klik sini untuk masuk ke halaman portfolio, btn portfolio ada di sebelah kanan atas.
  4. “—Watchlist—” adalah tab portfolio wajib di bloomberg, isinya adalah saham yang kita pantau, buakn saham yang kita beli.
  5. nah, tambah dulu portfolio nya, klik ‘create portfolio’. masukkan nama portfolio, isi kan saham/investasi yang anda punya saat ini kemudian klik ‘create portfolio’. symbol adalah symbol saham/reksadana, shares adl jumlah unit/lembar yang anda miliki, Price per share adalah harga rata-rata saham/reksadana, date adalah waktu pembelian.**untuk symbol bisa baca keterangan di bawah**
  6. kalau kita mau edit/tambah/jual/beli/kurang saham/reksadana, kita masuk ke bagian edit.
  7. selesai deh, sekarang tinggal memonitor investasi anda tanpa perlu hitung-hitung secara manual deh.

nah, untuk symbol memang repot untuk dapetin nya, tapi ini adalah cara paling gampang:

  1. masuk ke google
  2. search saham/reksadana yang mau anda dapatkan symbol nya dan kata ‘bloomberg’, misalnya ‘schroder 90 equity plus bloomberg’
  3. masuk ke halaman bloomberg untuk saham/reksadana nya.
  4. lihat bagian url, di sana ada symbol untuk schroder 90.
  5. berati symbolnya adalah ‘SCHEQ90:IJ’

regard,
sebastian88

Istilah di ReksaDana

Juni 17, 2011 2 komentar

Berikut ini ada beberapa istilah-istilah yang ada di dunia ReksaDana:

  • Subscription – biasa di singkat dengan ‘subs’. Pembelian unit penyertaan baru, alias beli RD baru lagi.
  • Top Up – kurang lebih sama dengan Subscription, tetapi lebih ke menambah unit baru untuk ReksaDana yang sudah dimiliki.
  • Unit Penyertaan (UP) – Satuan unit investasi di dalam Reksadana. Harga untuk setiap unitnya bergerak/berubh sesuai dengan hasil transaksi pasar di hari sebelumnya.
  • Trend – Merupakan pergerakan yang sedang terjadi, biasanya dilihat dalam suatu rentang waktu tertentu. Dalam 1 rentang waktu tertentu bisa memiliki beberapa trend. Trend bisa berupa Bullish, Bearish, atau Sideway.
  • Bullish – Trend pasar sedang naik.
  • Bearish – Trend pasar sedang turun.
  • Sideway – Trend pasar sedang datar.
  • Rebound / Bounce / pull back – harga sudah menyentuh dasar(biasanya support), sehingga bergerak naik lagi.
  • Support – harga yang menjadi batas bawah. Pada tingkat ini, harga seakan-akan menjaga agar tidak jatuh lebih ke dalam. Ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi di tingkat ini, rebound atau breakdown(tembus turun).
  • Resistant – harga yang menjadi batas atas. Pada tingkat ini aksi jual sudah terlalu banyak/besar, sehingga menahan harga untuk terus naik. Ada 2 kemungkinan yang bisa terjadi di tingkat ini, koreksi atau breakout(tembus naik).
  • Diversifikasi – Membagi dana yang anda miliki ke beberapa investasi lain. Bisa di ibaratkan seperti ‘Membagi telur ke beberapa keranjang’, supaya ketika salah satu keranjang jatuh, masih ada telur anda yang selamat.

kurang lebih itu yang saya tau sebagai niubie di dunia reksadana. hehe…semoga bisa membantu…

regard,
sebastian88