Beranda > Programming, Website > Flow Control – Branching

Flow Control – Branching

Berikutnya saya akan membahas “Flow Control – Branching”. Tutorial ini adalah tutorial lanjutan dari atikel sebelumnya yang berjudul “Flow Control – Sequent/Berurutan“.
Untuk melihat semua tutorial php, bisa mampir ke halaman “Materi-Materi Tutorial PHP“.

Branching/Percabangan
Okay, sekarang kita akan bahas mengenai Percabangan/Branching. Percabangan di php ada 2, yaitu “IF” dan “SWITCH”.

  • IF

    Syntax Umum Percabangan “IF”

    				if(exp1)
    				{
    					//statement 1
    				}
    				elseif(exp2)
    				{
    					//statement 2
    				}
    				else
    				{
    					//statement 3
    				}
    			[/sourceode]
    			<em>Syntax Lain "IF"</em>
    			
    				(exp1) ? -statement jika exp1 true- : -statement jika exp1 false- ;
    			

    Kurang lebih secara simple seperti itu. Oh ya, untuk contoh, sekalian kita belajar untuk operator logika. Mari kita lihat saja Contoh di bawah ini:

    			<?php
    				$a = "5";
    				$b = 5;
    				if($a == $b) echo "deklarasi beda, tapi dianggap sama <br/>";	//ini sekalian menunjukkan kalo ketika deklarasi menggunakan petik, dan tidak, di php di anggap sama.
    
    				$coba1 = "lima";
    				$coba2 = "sepuluh";
    				$coba3 = ($coba1 == $coba2);
    				if($coba3) echo "\$coba3 bernilai TRUE <br/>";
    				else echo "\$coba3 bernilai FALSE <br/>";
    				//yang tercetak adalah statement ELSE, karena $coba1 memang tidak sama dengan $coba2, dan nilai tersebut ditampung di dalam variabel $coba3
    
    				//coba kalo bertingkat
    				$var1 = TRUE;
    				$var2 = FALSE;
    				if($var1)
    				{
    					if(!$var2)
    					{
    						echo "Masuk ke A <br/>";
    					}
    					else
    					{
    						echo "Masuk ke B <br/>";
    					}
    				}
    				else
    				{
    					echo "Masuk ke C <br/>";
    				}
    				//yang tercetak adalah A, karena pengecekan pertama bernilai TRUE, kemudia masuk ke pengecekan !$var2 dimana dapat diartikan sebagai NOT $var2 = NOT FALSE = TRUE
    
    				(TRUE) ? $a="TRUE" : $a="FALSE" ;	//$a akan terisi dengan "TRUE", karena if TRUE.
    				echo $a."<br/>";
    
    				(FALSE) ? $a="TRUE" : $a="FALSE" ;	//$a akan terisi dengan "FALSE", karena if FALSE -> jelas masuk ke statement else.
    				echo $a."<br/>";
    
    				//kalo $a yang berisi string di masukkan ke IF gimana?
    				if($a) echo "tetap di anggap true <br/>";
    				else echo "di anggap false <br/>";
    				//yang di anggap tetap TRUE, berati tetap di anggap sebagai operator boolean
    
    				//kalo kita mau mencetak sesuatu setelah statement if, kita bisa pakai cara:
    				echo (TRUE) ? "cetak TRUE" : "cetak FALSE";	//cara ini lebih simple ketika percabangan hanya berisi degnan sebuah echo saja.
    			?>
    		
  • SWITCH

    Syntax Umum Percabangan “SWITCH”

    				switch($var)
    				{
    					case <nilai1> : (statement1);break;
    					case <nilai2> : (statement2);break;
    					case <nilai3> : (statement3);break;
    					....
    					default (statement default);
    				}
    			[/sourceode]
    			Syntax di atas sama dengan syntax penulisan if seperti di bawah ini:
    			
    				if($var == <nilai1>) (statement1)
    				elseif($var == <nilai2>) (statement2)
    				elseif($var == <nilai3>) (statement3)
    				....
    				else
    			

    Langsung saja kita masuk ke contoh penggunaan:

    			<?php
    				$pengecekan = "d";	//nanti di rubah-rubah value nya variabel ini yah untuk membuktikan percabangan-percabangan nya
    				switch($pengecekan)
    				{
    					case "a" : $a=10;echo $a."<br/>";
    					case "b" : $a=20;echo $a."<br/>";break;
    					case "c" : {
    						switch("none")
    						{
    							default : echo "switch bisa cuma default aja. <br/>";
    						}
    					} break;
    					case "d" : {
    						switch("case")
    						{
    							case "case" : echo "switch bisa cuma case aja. <br/>";
    						}
    					} break;
    					case "e": {
    						echo "di dalam sebuah case ";
    						if(TRUE) echo "bisa memiliki statement percabangan lain,";
    						echo "bahkan statement yang lebih kompleks sekalipun."
    					}
    					default : echo "ini masuk ke bagian default";
    				}
    
    			?>
    		

    cara belajar source code nya, adalah rubah value dari variabel $pengecekan sesuai dengan di bawah ini:

    1. ubah jadi “a”. Apa yang terjadi? Case nya masuk ke case yang mana? pasti case “a” dan “b”! yap, karena di bagian akhir case “a” tidak terdapat “break;” di akhir statement nya. jadi “break;” disini digunakan untuk menyetop case supaya tidak tercetak case yang di bawah nya.
    2. ubah jadi “c”. Apa yang terjadi? yup, switch bisa saja tidak memiliki case, hanya default aja.
    3. ubah jadi “d”. Apa yang terjadi? yup, switch bisa saja hanya memiliki case, tanpa perlu ada default.
    4. ubah jadi “e”. Yup, seperti tampilan nya, di dalam sebuah statement case, kita bisa memiliki statement-statement yang lebih kompleks sekalipun.

Percabangan itu simple, yang penting anda bisa membayangkan secara berurutan saja. Hal yang penting di dalam percabagan adalah kita harus menguasai operator logika, mungkin operator logika akan saya coba tambahkan di lain kesempatan karena kita hanya berfokus ke fungsi-fungsi, syntax-syntax php saya untuk kelompok tutorial ini.

regard,
sebastian88

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. Juni 26, 2011 pukul 10:59 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: