Beranda > Programming, Website > Menggunakan model dalam programming

Menggunakan model dalam programming

Saat skripsi, saya belajar banyak hal, salah satu diantara nya adalah membagi source code yang mengakses database dan yang menampilkan sebuah halaman website.
Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba menjelaskan sedikit mengenai model yang saya terapkan sewaktu saya melakukan coding skripsi. mungkin model ini masih belum sempurna, dan banyak orang yang dapat memberikan penjelasan mengenai model dengan lebih baik. Tapi saya harap melalui artikel ini, banyak orang dapat terinspirasi. πŸ˜€
Saya berpikir untuk menggunakan konsep model pada pembuatan program *khususnya pada pembuatan website*. Hal ini diawali dengan ide Model Controller View dari CodeIgniter. Nah, dari situ saya berpikir untuk mencoba menerapkan nya pada setiap source code yang saya buat.
Dalam konsep ini, saya terapkan pada saat pembuatan skripsi saya, dimana saya mencoba membagi 2 jenis saja, yaitu Model dan View.

  • Model akan saya gunakan sebagai halaman PHP yang berisikan fungsi-fungsi yang melakukan akses ke database.
  • View akan saya gunakan sebagai halaman PHP yang menampilkan halaman website. mulai dari CSS, JS, dll. Di dalam halaman ini, saya tidak melakukan pemanggilan fungsi database samasekali, tetapi saya memanggil fungsi yang terdapat pada halaman Model.

Berikut ini contoh source code dari model yang saya buat.

function insert($dataInsert)	//$dataInsert berisikan data yang mau di insertkan
{
	//asumsi semua pengecekan dilakukan sebelum memanggil fungsi ini
	$query = "INSERT INTO bla bla bla";
	$do = mysql_query($query);
	return $do;
}
function get($select="", $where="", $order="")
{
	$query = "SELECT ".$select." FROM nama_tabel";
	if($where != "") $query .= " ".$where;
	if($order != "") $query .= " ".$order;
	$do = mysql_query($query);
	$arrayDokumen = array();
	while($dokumen = mysql_fetch_object($do))
	{
		array_push($arrayDokumen,$dokumen);
	}
	return $arrayDokumen;	//otomatis return nya sudah berupa array yang terstruktur, tinggal di foreach
}
function edit($dataEdit, $where="")
{
	//dicek secara otomatis, jadi gk butuh dicek sebelum pemanggilan fungsi, tinggal mainin return nya true ato false aja.
	$query = "SELECT * FROM nama_tabel WHERE ".$where;
	$do = mysql_query($query);
	if(mysql_num_rows($do) > 0)
	{
		$query = "UPDATE blablabla SET blablabla WHERE blablabla";
		$do = mysql_query($query);
		return $do;
	}
	else return false;
}
function insert($where)
{
	$query = "DELETE FROM bla bla bla WHERE ".$where;
	$do = mysql_query($query);
	return $do;
}

Nah, dengan memanfaatkan model di atas, kita bisa menghemat jumlah line of code yang kita buat, dan pemanfaatan fungsi bisa menjadi maksimal. πŸ˜€

regard,
sebastian88

Iklan
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: